Gerhana Bulan Total di Arab Saudi: Syaikh Badr Al-Turki Imam Shalat Gerhana di Masjidil Haram
Fenomena alam yang langka kembali terjadi di langit Arab Saudi. Pada Ahad malam, 15 Rabi’ul Awwal 1447 H bertepatan dengan 7 September 2025, umat Islam menyaksikan gerhana bulan total yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Di Makkah al-Mukarramah, Masjidil Haram menjadi pusat perhatian dunia ketika Syaikh Badr bin Muhammad Al-Turki ditunjuk untuk memimpin shalat khusuf (shalat gerhana bulan) sekaligus menyampaikan khutbah.
Fenomena Gerhana Bulan Total
Menurut laporan astronomi, gerhana bulan kali ini dimulai dengan fase sebagian sekitar pukul 19:27 Waktu Arab Saudi (WAS), lalu mencapai puncak total sekitar 20:30 WAS, dan berakhir sepenuhnya pada pukul 22:56 WAS.
Dalam fase total, cahaya bulan tertutup sepenuhnya oleh bayangan bumi sehingga menampilkan warna kemerahan yang khas, sering disebut sebagai blood moon. Fenomena ini tidak hanya menjadi tontonan ilmiah, tetapi juga momentum spiritual bagi kaum muslimin untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah ﷻ.
Instruksi Pelaksanaan Shalat Gerhana
Sebelum gerhana terjadi, Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi, Syaikh Dr. Abdullatif bin Abdulaziz Al-Syaikh, mengeluarkan instruksi agar shalat khusuf dilaksanakan di seluruh masjid di Kerajaan. Hal ini sesuai sunnah Nabi ﷺ yang menegaskan bahwa gerhana bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah.
Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah, tidaklah keduanya gerhana karena mati atau lahirnya seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Syaikh Badr Al-Turki Sebagai Imam dan Khatib
Dalam pelaksanaan shalat gerhana di Masjidil Haram, Syaikh Badr Al-Turki mendapat kehormatan sebagai imam sekaligus khatib. Beliau memimpin shalat khusuf yang dimulai pukul 21:00 WAS, dihadiri ribuan jamaah dari berbagai penjuru dunia.
Dengan suara bacaan Al-Qur’an yang penuh kekhusyukan, shalat gerhana di Masjidil Haram berlangsung khidmat. Dalam khutbahnya, Syaikh Badr Al-Turki mengingatkan jamaah agar menjadikan fenomena alam sebagai pengingat kebesaran Allah, memperbanyak doa, istighfar, serta meneguhkan iman kepada-Nya.
Hikmah Shalat Gerhana
Shalat gerhana adalah salah satu ibadah yang jarang terjadi, namun penuh dengan hikmah. Di antaranya:
-
Menguatkan Tauhid – menyadarkan bahwa semua peristiwa alam berada dalam genggaman Allah ﷻ.
-
Meningkatkan Rasa Takut kepada Allah – momen untuk bermuhasabah dan memperbanyak istighfar.
-
Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ – shalat gerhana adalah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan.
-
Momentum Dakwah – pengingat bagi kaum muslimin untuk selalu kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
Kesimpulan
Fenomena gerhana bulan total di Arab Saudi bukan sekadar peristiwa astronomi, tetapi juga pelajaran spiritual bagi umat Islam. Penunjukan Syaikh Badr Al-Turki sebagai imam shalat khusuf di Masjidil Haram menambah kekhusyukan ibadah ini, sekaligus menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
Setiap gerhana adalah pengingat bahwa alam semesta berjalan dengan izin Allah. Umat Islam dianjurkan untuk menyikapinya dengan doa, dzikir, shalat, dan amal saleh. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu mengambil hikmah dari tanda-tanda kebesaran Allah ﷻ.
