Saudi Luncurkan Layanan WhatsApp Multibahasa untuk Jamaah di Dua Masjid Suci
Pendahuluan
Arab Saudi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia. Dalam upaya memudahkan komunikasi dan memberikan informasi yang akurat, Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci (al-Ri’āsah al-‘Āmmah li Syu’ūn al-Masjid al-Ḥarām wa al-Masjid an-Nabawī) meluncurkan layanan resmi WhatsApp untuk jamaah.
Nomor WhatsApp yang diluncurkan adalah +966125746236, dan uniknya, layanan ini tersedia dalam tujuh bahasa internasional: Arab, Inggris, Prancis, Urdu, Turki, Melayu, dan Cina.
Langkah inovatif ini merupakan bagian dari visi Saudi untuk memberikan pelayanan modern berbasis teknologi, khususnya dalam memfasilitasi jutaan jamaah haji, umrah, dan pengunjung yang datang ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Latar Belakang Inovasi Digital di Dua Masjid Suci
Seiring perkembangan teknologi komunikasi, umat Islam yang datang ke tanah suci tidak hanya membutuhkan layanan fisik berupa transportasi, akomodasi, dan pengelolaan kerumunan, tetapi juga akses informasi yang cepat, akurat, dan ramah bahasa.
Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci selama beberapa tahun terakhir memang gencar mengembangkan layanan digital. Sebelumnya, mereka telah meluncurkan aplikasi resmi, situs web multibahasa, dan berbagai platform edukasi digital.
Kini, dengan popularitas WhatsApp sebagai aplikasi komunikasi paling banyak digunakan di dunia, kehadiran layanan WhatsApp resmi ini dianggap sebagai langkah strategis.
Cara Kerja Layanan WhatsApp
Layanan WhatsApp yang diluncurkan oleh otoritas Arab Saudi ini bukanlah layanan obrolan langsung (live chat) dengan petugas, melainkan layanan berbasis respons otomatis (auto-reply system).
📌 Fitur utamanya mencakup:
-
Informasi tentang ritual ibadahJamaah bisa mendapatkan panduan singkat terkait manasik, tata cara shalat di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, serta adab beribadah di dua masjid suci.
-
Informasi fasilitasPengguna bisa mengetahui fasilitas yang tersedia, seperti area khusus wanita, lokasi tempat wudhu, pintu masuk, jalur khusus difabel, hingga jadwal layanan tertentu.
-
Bahasa multinasionalDengan tujuh bahasa utama, layanan ini memudahkan jamaah dari berbagai negara untuk memahami informasi tanpa hambatan bahasa.
Namun demikian, pihak otoritas menegaskan bahwa WhatsApp ini bukan untuk keluhan atau konsultasi langsung. Jamaah yang memiliki masalah lebih kompleks, misalnya kehilangan barang, kondisi darurat, atau keluhan layanan, tetap disarankan untuk menghubungi nomor bebas pulsa resmi yang tersedia.
Tujuan Peluncuran WhatsApp Multibahasa
Ada beberapa tujuan utama dari peluncuran layanan WhatsApp ini:
-
Mempermudah Akses InformasiBanyak jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah atau Madinah. Dengan layanan WhatsApp ini, mereka bisa mendapatkan panduan instan tanpa harus mencari petugas di lapangan.
-
Mengurangi Hambatan BahasaTidak semua jamaah fasih berbahasa Arab atau Inggris. Dengan dukungan tujuh bahasa, jamaah dapat memperoleh informasi sesuai bahasa ibu mereka, sehingga pesan lebih mudah dipahami.
-
Mendukung Visi Saudi 2030Program digitalisasi layanan publik, termasuk di bidang keagamaan, merupakan bagian dari Saudi Vision 2030. Pemerintah Arab Saudi menargetkan pelayanan jamaah semakin modern, efisien, dan berbasis teknologi.
-
Menambah Kenyamanan JamaahJamaah bisa merasa lebih tenang karena memiliki akses cepat terhadap informasi resmi, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.
Dampak Positif bagi Jamaah
Peluncuran WhatsApp multibahasa ini diyakini membawa sejumlah dampak positif, di antaranya:
-
Efisiensi waktu: Jamaah tidak perlu mencari informasi dari sumber yang tidak jelas, cukup mengetik kata kunci tertentu untuk mendapat jawaban resmi.
-
Mengurangi kesalahpahaman: Sering kali jamaah salah paham karena keterbatasan bahasa. Layanan ini meminimalisir hal tersebut.
-
Kenyamanan ibadah: Dengan informasi yang mudah diakses, jamaah bisa lebih fokus beribadah tanpa kebingungan soal fasilitas.
-
Keamanan data: Karena ini layanan resmi, jamaah bisa terhindar dari hoaks atau penipuan informasi.
Pandangan Umat Islam
Banyak jamaah menyambut baik inovasi ini. Di era digital, layanan berbasis aplikasi populer seperti WhatsApp sangat relevan. Jamaah dari Asia Tenggara misalnya, sangat terbantu dengan adanya pilihan bahasa Melayu. Begitu pula jamaah dari Pakistan dan India yang terbiasa menggunakan Urdu.
Selain itu, jamaah dari negara-negara berbahasa Prancis, Turki, dan Cina juga merasa diperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa Arab Saudi ingin merangkul semua jamaah tanpa membeda-bedakan latar belakang bahasa maupun negara asal.
Harapan ke Depan
Meskipun layanan ini sudah sangat bermanfaat, masih ada beberapa hal yang diharapkan jamaah di masa mendatang, seperti:
-
Adanya fitur respon cepat untuk kondisi darurat, misalnya kehilangan anak atau pertolongan medis.
-
Penambahan bahasa lain seperti Hindi, Bengali, atau Rusia, mengingat jumlah jamaah dari negara-negara tersebut juga cukup besar.
-
Integrasi layanan WhatsApp dengan aplikasi resmi haji dan umrah sehingga jamaah bisa mendapatkan pengalaman digital yang lebih lengkap.
Penutup
Peluncuran WhatsApp multibahasa resmi oleh Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah. Dengan nomor resmi +966125746236, layanan ini menyediakan informasi penting seputar ibadah dan fasilitas di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam tujuh bahasa.
Meski hanya berbasis respons otomatis, keberadaan layanan ini mampu mempermudah jamaah dari berbagai belahan dunia untuk mendapatkan informasi akurat dengan cepat.
Inovasi ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Arab Saudi dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik, sejalan dengan Visi 2030, serta menjadikan pengalaman beribadah di dua masjid suci semakin khusyuk, nyaman, dan berkesan.
